Assalamualaikum wr.wb
Wahai sahabat-sahabatku yang berbahagia
Didalam Qur'an penduduk Madyan disebutkan di
dalam beberapa surah, di antaranya adalah At-Taubah 70, Al-Hijr 78, Thaha 40,
Al-Hajj 44..
“
|
Belumkah
datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka,
(yaitu) kaum Nuh, ʿĀd, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan
negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul
dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali
menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(At-Taubah 9:70)
|
”
|
“
|
Dan
sesungguhnya adalah penduduk Aykah itu benar-benar kaum yang
zalim, (Al-Hijr 15:78)
|
”
|
“
|
(yaitu)
ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga
Fir'aun): "Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan
memeliharanya?" Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang
hatinya dan tidak berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia,
lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan
beberapa cobaan; maka kamu tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan,
kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan hai Musa, (Thaha 20:40)
|
”
|
“
|
dan
penduduk Madyan, dan telah didustakan Musa, lalu Aku tangguhkan (azab-Ku)
untuk orang-orang kafir, kemudian Aku azab mereka, maka (lihatlah) bagaimana
besarnya kebencian-Ku (kepada mereka itu). (Al-Hajj 22:44)
|
”
|
Menurut sejarah Islam, penduduk Madyan telah
diutus seorang nabi sekaligus rasul yang bernama Syu'aib.[6] Kemudian Syu'aib
bertemu dengan Musa, ketika Musa kabur bersembunyi dari kejaran pasukan
Fir'aun. Kemudian Musa dikisahkan melamar anak gadisnya yang bernama Shafura
binti Syu'aib.
Keturunan Midian
Anak-anak Midian bin Abraham ialah Efa, Efer, Henokh, Abida
dan Eldaa.
Riwayat orang Midian
·
Seorang raja yang memerintah di tanah Edom (sebelum
ada seorang raja memerintah atas orang Israel), bernama Hadad bin Bedad pernah
memukul kalah orang Midian di daerah Moab.
·
Pada waktu Yusuf dibuang
ke dalam sumur kering oleh saudara-saudaranya yang iri hati kepadanya, mereka
berikhtiar membunuhnya, tetapi mengurungkan niatnya setelah melihat rombongan
saudagar-saudagar yang pergi ke tanah Mesir. Ketika ada saudagar-saudagar Midian
lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada
orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka
ke Mesir. Kemudian, Yusuf dijual oleh
orang Midian itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun,
kepala pengawal raja.
·
Ketika Firaun mendengar Musa membunuh seorang Mesir, dicarinya
ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan
tiba di tanah Midian. Adapun imam di Midian yang bernama Rehuel
atau Yitro, mempunyai tujuh anak perempuan. Musa menolong anak-anak
perempuan imam itu mengusir gembala-gembala yang mengganggu mereka dan
mengambilkan air memberi minum kambing domba mereka. Rehuel mengundang Musa
untuk tinggal bersama mereka. Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu Rehuel
memberikan Zipora, anaknya, kepada Musa menjadi istrinya.
·
Bangsa Israel menjelang masuk ke tanah Kanaan berkemah di tepi
timur sungai Yordan di
batas tanah Moab. Lalu berkatalah orang Moab kepada para
tua-tua Midian: "Tentu saja laskar besar itu akan membabat habis segala
sesuatu yang di sekeliling kita, seperti lembu membabat habis tumbuh-tumbuhan
hijau di padang." Adapun pada waktu itu Balak bin Zipor menjadi raja Moab. Lalu
Balak mengutus para tua-tua Moab dan para tua-tua Midian dengan membawa di
tangannya upah penenung untuk memanggil Bileam bin Beor datang mengutuki orang
Israel. Namun, Allah tidak mengizinkan Bileam menyampaikan kutukan, malah
Bileam harus menyampaikan berkat, sampai tiga kali, untuk kesejahteraan Israel.
·
Kisah Bileam masih berlanjut, karena meskipun ia tidak mengutuki
orang Israel, ia menasehati orang-orang Midian untuk memikat orang Israel
menyembah berhala mereka dengan memakai perempuan-perempuan cantik. Peristiwa
penyembahan berhala itu menyebabkan orang Israel tertimpa tulah hebat dari
Allah dan dikenal dengan peristiwa Baal-Peor. Tulah itu baru berakhir setelah
para pemimpin Israel menyuruh bangsanya untuk menghentikan hubungan dengan
perempuan-perempuan Midian. Puncaknya adalah ketika seorang Israel, Zimri bin
Salu, pemimpin salah satu puak orang Simeon, terang-terangan berhubungan
dengan seorang perempuan Moab, Kozbi binti Zur (Zur itu adalah seorang kepala
kaum--yaitu puak--di Midian) di hadapan Musa dan
pemimpin Israel, imam Pinehas membunuh
mereka berdua dan tulah itu berhenti.
·
Akibatnya kemudian Tuhan Allah memerintah Musa dan orang Israel untuk
melakukan pembalasan terhadap orang Midian. Maka berperanglah mereka melawan
Midian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, lalu membunuh semua
laki-laki mereka. Selain dari orang-orang yang mati terbunuh itu, merekapun
membunuh juga raja-raja Midian, yakni Ewi, Rekem, Zur, Hur dan Reba, kelima
raja Midian, juga Bileam bin Beor dibunuh mereka dengan pedang.
·
Gideon diangkat Allah menjadi
seorang hakim untuk
melepaskan orang Israel dari penindasan orang Midian. Dengan 300 orang, Gideon
mengalahkan orang Midian dengan telak. Demikianlah orang Midian tunduk kepada
orang Israel dan tidak dapat menegakkan kepalanya lagi; maka amanlah negeri itu
empat puluh tahun lamanya pada zaman Gideon.

Posting Komentar